10 Tips Packing Barang untuk Mudik yang Praktis dan Efisien

By Vita Transport | March 31, 2020

Bagi kamu yang lebaran nanti ingin mudik ke kampung halaman pastikan sudah tahu cara packing barang untuk mudik yang tepat. Mengapa? Sebab perjalanan mudik tentu akan membawa sejumlah barang bawaan. Mulai dari barang pribadi seperti baju sampai buah tangan dari tanah rantauan untuk sanak saudara di kampung halaman.

Bisa dibayangkan bukan berapa banyak tas yang musti dibawa sepanjang perjalanan mudik tersebut? Semakin banyak daftar bawaan yang wajib untuk dibawa otomatis semakin banyak bawaan yang perlu dipersiapkan. Menata barang bawaan sedemikian rupa ternyata sangat efisien untuk membuat perjalanan mudik aman dan nyaman.

Keuntungan Packing Bawaan dengan Benar

Apabila melakukan packing barang untuk mudik secara tepat maka bisa mengantongi beragam keuntungan. Diantaranya adalah:

Masih ada banyak lagi keuntungan yang bisa didapatkan apabila melakukan proses packing dengan benar. Artinya dengan melihat daftar keuntungan di atas siapapun kamu perlu memperhatikan urusan packing. Jangan asal taruh bawaan di dalam tas atau kopor yang pada akhirnya membuatnya tidak muat atau malah merusak bawaan tersebut.

Tips Packing Bawaan Mudik Secara Efisien

Bagi kamu yang selama ini memang asal-asalan dalam menata barang bawaan untuk mudik di kampung tercinta. Ada baiknya memperhatikan dan juga mempraktekan beberapa tips packing barang untuk mudik di bawah ini:

  1. Menggulung Pakaian Lebih Tepat untuk Dilakukan

Selama mudik, bagaimana kamu melipat pakaian untuk dimasukan ke dalam kopor? Umumnya orang akan memilih melipat semua pakaian yang hendak dibawa. Namun, tahukah kamu jika cara klasik semacam ini ternyata kurang efisien? Sebab melipat pakaian justru membuat ruang di dalam kopor menjadi lebih boros, alhasil kapasitasnya tidak maksimal.

Supaya kopor muat lebih banyak pakaian atau malah bisa dimasukan barang tambahan lainnya. Dianjurkan untuk menggulung semua pakaian yang akan kamu bawa mudik ke kampung halaman. Lewat cara ini ukuran pakaian yang dibawa akan menyusut yang otomatis menghemat ruang di dalam kopor. Nantinya kopor yang kamu bawa akan memuat lebih banyak barang.

Akan lebih praktis lagi jika pakaian yang dibawa sudah dipasang-pasangkan, yakni antara atasan dan bawahan. Ditambah pakaian dalam dan juga hijab bagi kamu yang kebetulan berhijab. Ketika satu set pakaian digulung bersamaan maka nantinya bisa menghemat waktu ketika mengambilnya. Sekaligus memastikan isi kopor tetap rapi berkat tips packing barang untuk mudik satu ini.

  1. Hitung Jumlah Pakaian Sesuai Masa Mudik

Memastikan proses packing bawaan lebih efisien maka menghitung jumlah pakaian yang dibawa mudik tidak boleh ketinggalan. Sebaiknya menghitung berapa lama mudik dilakukan, yakni dari perjalanan PP sampai berdiam di kampung selama berapa hari. Nantinya bisa menghitung jumlah baju yang sebaiknya dibawa agar sesuai dengan kebutuhan.

Akan lebih baik jika mempertimbangkan mencuci pakaian yang sudah dipakai selama di rumah kelahiran. Supaya kamu tidak perlu lagi membawa banyak pakaian yang nantinya malah membuat tas atau kopor penuh sesak. Cukup tiga sampai empat pasang pakaian untuk dipakai berganti-ganti, cuci setelah kering dipakai kembali.

Membawa pakaian ekstra sah saja untuk kamu lakukan namun pastikan tidak berlebihan, satu stel baju dirasa sudah cukup. Pakaian ekstra ini bisa dipakai jika ternyata baju yang dibawa tidak kering tepat waktu, misal karena cuaca seharian mendung. Bisa pula dipakai ketika kondisi tidak memungkinkan untuk mencuci baju misal karena terlalu sibuk jalan-jalan atau silaturahmi.

  1. Menempatkan Kebutuhan Esensial Secara Khusus

Kebutuhan esensial juga wajib kamu bawa selama mudik ke kampung halaman, sebab sewaktu-waktu bisa diperlukan. Contoh kebutuhan esensial ini sangat banyak sebut saja seperti charger handphone, obat-obatan pribadi, atau mungkin sabun muka. Semua kebutuhan ini dijamin akan kamu butuhkan sepanjang perjalanan mudik sekaligus setibanya di destinasi mudik.

Dalam proses packing barang untuk mudik dianjurkan memisahkan kebutuhan esensial ini di tas khusus, bisa ke tas jinjing. Opsional lainnya adalah ditempatkan di bagian paling atas baik di kopor maupun tas ransel. Tujuannya agar mudah diambil ketika dibutuhkan tanpa harus membongkar tas bawaan di tengah perjalanan. Merepotkan sekali bukan?

Dikatakan kebutuhan esensial karena memang penggunaannya bisa sewaktu-waktu, misalnya saja untuk charger handphone. jika kamu menempuh perjalanan mudik yang panjang dijamin baterai handphone habis di tengah jalan. Membiarkan handphone mati bukan langkah bijak sebab bisa jadi keluarga di kampung halaman butuh berkomunikasi untuk memastikan kondisi kamu di jalan baik-baik saja.

Mengisi baterai di perjalanan sangat memungkinkan untuk dilakukan, meski ada banyak tempat menyewakan charger. Namun membawanya sendiri dari rumah tentu langkah tepat agar praktis dan aman. Bahkan bisa mengisi baterai handphone di dalam moda transportasi yang digunakan.

  1. Menyediakan Tas Lipat untuk Berjaga-Jaga

Sebenarnya barang bawaan yang wajib dibawa mudik tidak melulu barang pribadi dan buah tangan untuk keluarga di kampung. Namun juga kebutuhan yang dijamin kamu butuhkan untuk perjalanan balik ke tempat rantauan. Maka penting untuk memasukan tas lipat ke dalam daftar bawaan wajib. Tas ini nantinya bisa difungsikan sebagai wadah untuk oleh-oleh dari kampung halaman.

Sebab dijamin, kamu tidak akan tega tidak membawa buah tangan khas tanah kelahiran untuk teman di kota rantauan. Setidaknya kamu bisa mengenalkan kebudayaan lewat kuliner ataupun souvenir khas dari kota kelahiran kamu ke banyak orang. Mengapa musti tas lipat? Tujuannya tentu saja agar proses packing barang untuk mudik lebih praktis.

Pasalnya tas lipat semacam ini bisa dilipat menjadi ukuran super kecil agar ketika dimasukan ke tas atau kopor tidak boros tempat. Material dari tas lipat ini umumnya adalah parasut yang anti air dan ketika dilipat bisa sangat ringkas sekaligus mudah. Tas lipat semacam ini sangat mudah untuk didapatkan, salah satunya di minimarket dekat rumah.

  1. Utamakan Membawa Bawaan yang Multifungsi

Solusi terbaik untuk kamu yang kopornya kelebihan muatan, adalah memprioritaskan barang multifungsi. Sehingga cukup membawa satu barang maka beragam kebutuhan bisa dilakukan dengan barang tersebut. Hasilnya, kegiatan yang direncanakan bisa direalisasikan dan kamu tidak khawatir kopor kelebihan muatan.

Terdapat banyak barang multifungsi yang bisa dijadikan pilihan untuk dibawa, misalnya saja smartphone. Satu smartphone dengan ukuran minimalis bisa dipakai untuk mengabadikan momen lewat fitur fotografinya. Artinya kamu tidak perlu bersusah-payah membawa kamera DSLR yang berat dan bongsor. Langkah ini juga dijamin menghemat ruang di dalam kopor dan membuatnya lebih ringan.

Contoh lainnya adalah memilih membawa handuk muka ketimbang handuk ukuran besar. mengapa? Sebab bisa digulung lebih kecil sehingga tidak memakan tempat. Menariknya meski ukurannya lebih kecil tetap bisa dipakai mengeringkan muka dan seluruh badan. Dijamin kopor atau tas yang kamu bawa mudik semakin lega jika menerapkan teknik ini.

  1. Kategorikan Dulu Semua Barang Bawaan

Mudik tahun ini barang apa saja yang rencananya akan kamu bawa? Pastikan untuk mengkategorikan semua barang bawaan tersebut. Supaya proses packing barang untuk mudik lebaran tahun ini lebih praktis dan efisien. Kategorikan barang dari jenis pakaian, perlengkapan mandi, sampai elektronik yang mungkin perlu kamu bawa juga.

Tata di dalam tas atau kopor sesuai dengan kategorinya, pastikan disusun sesuai prioritas. Yakni menempatkan barang esensial di paling atas. Sebaliknya, untuk barang yang hanya dipakai setibanya di destinasi mudik. Wajib ditempatkan di bagian paling bawah sebab tidak akan diambil mendadak sebagaimana dengan barang esensial tadi.

Khusus untuk elektronik dianjurkan ditempatkan di tengah, supaya terlindung dariĀ  benturan. Kecuali kamu membawa tas khusus untuk menampung barang elektronik tersebut. Sebagai contoh ketika membawa laptop untuk menyelesaikan tugas kantor atau kuliah selepas lebaran. Perangkat ini perlu dipastikan terlindungi agar tidak rusak selama dalam perjalanan mudik.

  1. Menata Isi Tas Atau Kopor Sesuai Prioritas

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di point sebelumnya untuk menata barang bawaan sesuai prioritas atau kebutuhan. Maka pastikan memasukan bawaan sesuai dengan tingkat penting tidaknya untuk digunakan. Semakin esensial digunakan semakin penting ditempatkan di area yang mudah dijangkau, begitupun sebaliknya.

Jika langkah ini dilakukan maka dijamin perjalanan lebih nyaman sebab tidak perlu membongkar kembali isi tas untuk menemukan barang yang dibutuhkan. Selain itu memastikan isi tas tetap rapi sampai di destinasi mudik. Sehingga tidak perlu ribet merapikan isinya sesampainya di destinasi, namun bisa dipakai total untuk istirahat.

  1. Memperhatikan Moda Transportasi Mudik yang Digunakan

Saat mudik dilakukan kamu perlu memilih moda transportasi yang digunakan, apakah memakai kendaraan pribadi. Atau memilih naik transportasi umum baik dengan bus, kereta, ataupun dengan pesawat. Jenis moda transportasi yang kamu gunakan ternyata mempengaruhi proses packing barang untuk mudik.

Misalnya saja jika membawa kendaraan pribadi maka lebih leluasa untuk membawa bawaan sebanyak yang diinginkan. Hanya saja jika membawa banyak anggota keluarga akan ada beberapa daftar bawaan yang perlu dicoret. Tujuannya untuk memastikan semua anggota keluarga bisa ikut mudik tanpa ada yang harus tinggal di kota rantauan.

Jika kamu memilih naik pesawat cek dulu berapa kapasitas maksimal bagasi yang bisa dibawa gara tidak ada biaya tambahan. Sedangkan untuk kamu yang memilih mudik naik motor pastikan barang bawaan tidak berlebihan, agar keselamatan berkendara tetap terjamin. Intinya, proses packing menentukan barang bawaan wajib disesuaikan dengan moda transportasi yang digunakan.

  1. Memilih Tas Atau Kopor yang Memang Tepat

Mudik nanti kamu mau membawa kopor, tas ransel, atau tas jinjing? Jenis wadah barang bawaan juga menentukan proses packing yang kamu lakukan. Point penting dalam menentukan pilihan adalah disesuaikan dengan kenyamanan. Jika lebih nyaman memakai kopor maka jangan memaksa memakai tas ransel, begitupun sebaliknya.

Point berikutnya adalah memperhatikan ukuran tas atau kopor yang hendak kamu bawa mudik. Sesuaikan dengan banyak sedikitnya barang bawaan yang kamu pilih, meski semakinĀ  besar ukurannya semakin besar pula kapasitasnya. Namun ukuran yang bongsor membuatnya boros tempat sehingga memilih ukuran tas atau kopor yang pas lebih ideal.

Idealnya tentu saja tidak terlalu besar ataupun sebaliknya namun perlu dipastikan semua bawaan bisa masuk ke dalamnya. Pastikan memberi tanda untuk tas atau kopor yang dibawa mudik agar tidak tertukar. Pastikan setiap hendak turun kamu sudah menghitung jumlah tas atau kopor yang dibawa, untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

  1. Memperhatikan Bekal Camilan yang Dibawa

Sebenarnya saat kamu mudik dijamin masih dalam masa menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hanya saja bagi kamu yang kebetulan perempuan dan sedang berhalangan otomatis perlu membawa bekal konsumsi. Begitupun untuk kamu yang menempuh perjalanan mudik lumayan jauh maka diperbolehkan untuk berbuka di tengah perjalanan.

Sebaiknya membawa kebutuhan konsumsi namun dalam jumlah yang tepat agar tidak merusak kenyamanan perjalanan. Idealnya dalam packing barang untuk mudik kebutuhan satu ini ditempatkan pada tas khusus yang mudah diambil juga. Opsional praktis lainnya adalah memilih membeli kebutuhan konsumsi di perjalanan.

Meski masih dalam momen bulan puasa dijamin di sepanjang jalan akan menjumpai banyak penjaja makanan dan minuman. Membeli dari salah satu penjual tersebut sah saja untuk dilakukan ketika memutuskan untuk berbuka. Hanya saja harga yang dipatok para penjual umumnya jauh lebih mahal dari harga pada umumnya. Maka perlu dipertimbangkan masak-masak terlebih dahulu.

Perhatikan kebersihan dari makanan yang dijajakan para penjual keliling tersebut, jika kamu merasa cukup bersih. Tidak masalah memutuskan untuk membeli dagangan mereka jika tidak makan jangan dipaksa. Tidak nyaman tentunya jika kamu malah jatuh sakit selama di kampung halaman lantaran salah makan di perjalanan tersebut.

Menikmati mudik memang memberi moment yang seru dan menyenangkan, apalagi sudah dinantikan hingga satu tahun lamanya. Sebab umumnya banyak kampus yang menyediakan libur panjang selama momen lebaran. Begitupun dengan perusahaan yang menyediakan cuti lebaran antara satu sampai dua minggu bergantung managemen perusahaan tersebut.

Kamu yang tahun ini berniat mudik pastikan tidak hanya fokus menyiapkan tiket mudik saja akan tetapi sudah membuat daftar barang bawaan. Selanjutnya paham betul bagaimana mengemas barang bawaan tersebut agar efisien dan mudah untuk dibawa mudik. Tips yang disampaikan di atas bisa dijadikan panduan untuk bisa packing barang untuk mudik secara efisien dan bebas ribet. Selamat mencoba.

Topics: Uncategorized | No Comments »

Comments